DLH Cimahi Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam Saat Ramadan

Demi keselamatan warganya, Pemerintah Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana-bencana yang sering terjadi di daerah tersebut, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. BMKG memperkirakan bahwa puncak musim hujan pada tahun 2025 akan terjadi pada bulan Maret-April.
Menurut Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, banjir dan dampak pembangunan dapat berdampak serius pada sistem perakaran pohon. Ini masih menjadi ancaman yang memprihatinkan bagi lingkungan.
Menurutnya, masalah ini disebabkan oleh banyaknya akar pohon yang terhambat oleh pekerjaan konstruksi jalan, drainase, dan infrastruktur lainnya. Hal ini disampaikan pada hari Rabu tanggal 5 Maret 2025.
Dalam situasi serupa sebelumnya, Agus melaporkan lebih dari 150 pohon yang rusak, termasuk 40 yang tumbang. Selalu kami prioritaskan untuk memastikan keselamatan pohon dan orang-orang di sekitarnya dalam peristiwa seperti ini.
Salah satu kunci untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana adalah melalui koordinasi yang baik antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait. Ketika semua pihak bekerja sama, kita dapat meminimalkan dampak negatif dari bencana alam.
Menurutnya, pemerintah secara teratur melakukan pemangkasan pohon di Cimahi. Ini mencakup pemangkasan di jalan-jalan nasional, provinsi, dan kota untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meskipun demikian, perawatan pohon membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) semuanya harus terlibat dalam proses ini. Hanya dengan keterlibatan bersama, kita dapat memastikan keberhasilan dalam pengelolaan pohon yang efektif.
DLH Kota Cimahi harus membangun koordinasi yang baik dengan Telkom dan PLN karena seringkali akar pohon terganggu oleh kabel utilitas atau infrastruktur yang sedang digali.